SEGALA INFORMASI PPDB ADA DI LAMAN INFO PPDB 2024

Thursday, February 6, 2020

AGAVE


Agave tequilana, biasa disebut agave biru (agave azul), agave tequila, atau mezcal adalah tanaman agave yang merupakan produk ekonomi penting dari JaliscoMeksiko, karena perannya sebagai bahan dasar tequila. Tanaman ini menghasilkan gula dalam jumlah tinggi, sebagian besar dalam bentuk fruktosa dan memiliki sifat yang cocok untuk membuat minuman beralkohol.
Agave tequila merupakan tanaman asli dari Jalisco, Meksiko. Tanaman ini tumbuh di tempat yang tingginya lebih dari 1.500 meter dan tumbuh di tanah gembur dan berpasir. Tanaman agave biru tumbuh menjadi tanaman sukulen besar, dengan daun berdaging dan berduri yang bisa mencapai lebih dari dua meter. Agave akan tumbuh menjadi tangkai tinggi ketika berusia sekitar lima tahun dan bertambah setinggi lima meter dengan bunga kuning di puncaknya. Tangkai ini akan dipotong dari tanaman komersial sehingga tanaman akan menempatkan lebih banyak energi ke jantungnya.
Bunga-bunganya diserbuki oleh kelelawar setempat (Leptonycteris nivalis) dan menghasilkan beberapa ribu biji per tanaman. Tanaman ini kemudian mati. Tunas pada tanaman komersial dipotong ketika berusia sekitar satu tahun untuk memungkinkan jantung tumbuh lebih besar. Tanaman ini kemudian direproduksi lagi dengan menanam tunasnya, hal inilah yang telah menyebabkan banyaknya kehilangan keanekaragaman genetik dalam agave biru yang dibudidayakan.
Tanaman ini jarang untuk dipelihara sebagai tanaman hias, tetapi sebuah agave biru berusia 50 tahun di Boston tumbuh dengan tangkai setinggi 10 m (30 kaki) yang membutuhkan sebuah lubang di atap rumah kaca dan berbunga pada musim panas 2006.
Tequila diproduksi dengan menghilangkan jantung (piña) tanaman ini pada tahun ke-12. Piña yang siap panen biasanya memiliki berat antara 36–91 kg (80-200 lb).[1] Jantungnya dikuliti dan dipanaskan untuk menghilangkan getah, yang kemudian difermentasi dan didistilasi. Minuman lain seperti mezcal dan pulque juga dihasilkan dari agave biru dan agave lainnya dengan metode yang berbeda (meskipun masih menggunakan getah) dan dianggap lebih tradisional.
Sebagaimana produksi agave telah berpindah ke skala industri sejak akhir 1980-an, penyakit dan hama yang secara kolektif disebut sebagai TMA (tristeza y muerte de agave, "kelayuan dan kematian agave"), telah mengancam tanaman. Selama tahun 1990-an, penyakit menyebar, terutama jamur Fusarium dan bakteri Erwinia, diperburuk oleh keanekaragaman genetik yang rendah dari tanaman agave. Masalah lainnya termasuk kumbang agave, Scyphophorus acupunctatus, dan jamur Thielaviopsis paradoxa. Menurut sebuah studi tahun 2004, patogen tambahan seperti Erwinia carotovoraEnterobacter agglomeransPseudomonas mendocina, dan Serratia sp. menjadi penyebab atas pembusukan lanjutan.

No comments:

Post a Comment

PAT Kelas 6: Bulan Puasa? Why Not?

Bulan Ramadhan tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk belajar, khususnya untuk kelas 6 SDN Kepanjen 2 Jombang. Meskipun dalam kondisi be...