SEGALA INFORMASI PPDB ADA DI LAMAN INFO PPDB 2024

Saturday, February 15, 2020

MATOA



Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi (>1200 mm/tahun). Matoa juga terdapat di beberapa daerah di SulawesiMaluku, dan Papua New Guinea. Buah matoa memiliki rasa yang manis.
Di Papua dikenal 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. Tanaman ini mudah beraptasi dengan kondisi panas maupun dingin. Pohon ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah.
Matoa (Pometia pinnata) termasuk tanaman langka, pohonnya rindang dengan akar yang kuat dan tinggi tanaman rata – rata 18 m.Buah matoa adalah buah khas asli Papua. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian.
Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Rasa buahnya sangat manis perpaduan antara rasa buah leci, buah rambutan, dan buah lengkeng. Aromanya khas seperti antara lengkeng dan durian. Buahnya berbentuk  bulat melonjong seukuran  telur  puyuh  atau  buah  pinang,  kulit  licin berwarna kuning kehijauan ketika muda dan berubah coklat kehitaman ketika maska. Kulit ari putih bening membungkus biji. Di Papua dikenal 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa
Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm.
Tanaman ini mudah beraptasi dengan kondisi panas maupun dingin. Pohon ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah. Buah matoa mempunyai kulit buah relatif tebal dan keras sehingga dapat tahan lama jika disimpan yaitu bisa disimpan hingga satu minggu tanpa perlakuan pengawetan pada suhu 5-10° C dengan cara ini buahnya dapat dipertahankan hingga 20 hari. Kayunya yang agak keras dapat dibuat untuk bahan bangunan seperti jendela, pintu, lantai dan lain-lain. Perbanyakan tanaman melalui semai biji. Tanaman mulai berbuah umur 7 – 8 tahun setelah tanam.

No comments:

Post a Comment

PAT Kelas 6: Bulan Puasa? Why Not?

Bulan Ramadhan tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk belajar, khususnya untuk kelas 6 SDN Kepanjen 2 Jombang. Meskipun dalam kondisi be...